{"id":814,"date":"2020-01-06T09:09:20","date_gmt":"2020-01-06T09:09:20","guid":{"rendered":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=814"},"modified":"2020-01-06T09:09:57","modified_gmt":"2020-01-06T09:09:57","slug":"konsep-pendidikan-penerbang-masa-datang-part-iii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=814","title":{"rendered":"CSE Aviation &#8211; KONSEP PENDIDIKAN PENERBANG MASA DATANG (Part III)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"> Prediksi Tentang Konsep Pendidikan Penerbang Masa Datang Berbasis Pada Analisa Tantangan \u2013 Tantangan Yang Dihadapi Industri Penerbangan Di Indonesia Saat ini<br>Oleh<br><em>Edwin Soedarmo \u2013 CSE Aviation Consultant<\/em><br> Jakarta, Januari 2020 <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"> <strong>III. KONSEP PENDIDIKAN PENERBANG <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Konsep\nDasar Program Pelatihan Penerbang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seorang penerbang (pilot) membutuhkan sebuah <em>set<\/em> keakhlian yang unik yang merupakan gabungan dari ketrampilan (<em>skill<\/em>), kompetensi, kemampuan (<em>abilities<\/em>) dan kepribadian (<em>personality<\/em>) yang sebagian besar harus sudah dimiliki karena merupakan sebuah persyaratan penting. Beberapa dari <em>set<\/em> keakhlian unik tersebut dapat dilatih, sementara ada yang membutuhkan pengembangan selama bertahun \u2013 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p> Banyak pandangan tentang apa itu kompetensi. <em>International Civil Aviation Organization (ICAO)<\/em> mendefinisikan kompetensi sebagai sebuah kombinasi dari ketrampilan (<em>skill<\/em>), pengetahuan (<em>knowledge<\/em>) dan sikap (<em>attitudes<\/em>) yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas sesuai dengan <em>standard<\/em> yang telah ditentukan.  <\/p>\n\n\n\n<p> Sistem pelatihan penerbang yang berbasis kompetensi (<em>Competency Based Training<\/em>) selama ini telah menjadi pendorong utama dalam pengembangan dan pengajaran didalam pelatihan pilot baik sipil maupun militer .<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gambar 1<\/strong> dibawah ini menggambarkan konsep pelatihan penerbang yang sampai saat ini masih diterapkan di Indonesia maupun di dunia dan di \u201c<em>approved<\/em>\u201d oleh <em>Civil Aviation Authority<\/em> (CAA) masing \u2013 masing negara.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"652\" height=\"449\" src=\"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Gambar-1-Konsep-dasar-program-pelatihan-penerbang-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-816\" srcset=\"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Gambar-1-Konsep-dasar-program-pelatihan-penerbang-1.jpg 652w, https:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Gambar-1-Konsep-dasar-program-pelatihan-penerbang-1-300x207.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 652px) 100vw, 652px\" \/><figcaption>Gambar 1: Konsep Dasar Program Pelatihan Penerbang<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p> Dalam <strong>Gambar 1<\/strong> tersebut, dapat dilihat bahwa konsep dasar pelatihan penerbang yang digunakan lebih banyak menekankan pada porsi <em>Manual \u201cHand On\u201d Flying<\/em>, sementara porsi pelatihan pada <em>Flight Deck Management Skill<\/em> mendapatkan porsi pelatihan terkecil. Pendekatan dengan konsep ini praktis mengharapkan lulusan <em>ab initio pilot<\/em> akan memperoleh pelatihan lanjut terkait dengan <em>Flight Deck Managemen<\/em> maupun \u201c<em>airmanship<\/em>\u201d di airline tempat lulusan tersebut bekerja. Dengan demikian level \u201c<em>Airline Ready Pilot <\/em>\u201c hanya dapat dicapai oleh pilot yang bersangkutan melalui jenjang karier penerbang di perusahaan tersebut dan disertai dengan koleksi jam terbang yang relative cukup tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u201c<em>Paradigm Shift<\/em>\u201d Dalam Konsep Pendidikan Penerbang<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan pilot, \u201c<em>by nature<\/em>\u201d, umumnya melibatkan banyak prosedur \u2013 prosedur penerbangan yang bersifat rutin. Dengan berkembangnya teknologi automatisasi di industri pesawat terbang, maka banyak pekerjaan \u2013 pekerjaan rutin tersebut digantikan oleh sistem automatis. Memahami kecenderungan ini, seorang pilot harus dilatih untuk mampu berpindah dari <em>linear thinking(routine)<\/em> dan secara cepat bergeser ke \u201c<em>thinking outside the box<\/em>\u201d. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian yang tak terduga maupun belum terdifinisi sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<p> Kemampuan pilot untuk beradaptasi dengan cepat merupakan kemampuan kunci (<em>key ability<\/em>) untuk dapat mencegah terjadinya sebuah <em>accident <\/em>atau <em>incident<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Federal Aviation Administration<\/em> Amerika (FAA) juga menyadari bahwa kompetensi pilot perlu didefinisikan pada tingkatan yang lebih tinggi ketimbang hanya pada operasi pesawat terbang di tingkat dasar, khususnya dengan makin tingginya tingkat automatisasi operasi pesawat terbang. Hal ini dikarenakan sistem automatis tidak dapat menyesuaikan dengan situasi yang tidak terduga. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gambar 2<\/strong>, menggambarkan terjadinya \u201c<em>Paradigm Shift<\/em><strong>\u201d <\/strong>dalam konsep dasar pelatihan penerbang akibat didorong oleh kemajuan teknologi sistem automatisasi di industri pesawat terbang. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"309\" src=\"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Gambar-2-Pergeseran-paradigma-dalam-konsep-pelatihan-pilot-1024x309.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-817\" srcset=\"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Gambar-2-Pergeseran-paradigma-dalam-konsep-pelatihan-pilot-1024x309.jpg 1024w, https:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Gambar-2-Pergeseran-paradigma-dalam-konsep-pelatihan-pilot-300x91.jpg 300w, https:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Gambar-2-Pergeseran-paradigma-dalam-konsep-pelatihan-pilot-768x232.jpg 768w, https:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Gambar-2-Pergeseran-paradigma-dalam-konsep-pelatihan-pilot.jpg 1509w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Gambar 2: Pergeseran Paradigma Dalam Konsep Pelatihan Pilot<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>  Dalam <strong>Gambar 2 <\/strong>tersebut diatas, mengilustrasikan pergeseran dalam konsep pelatihan pilot dari \u201ctradisional\u201d <em>basic pilot training<\/em> yang dominan dengan \u201c<em>Hands-On Flying<\/em>\u201d ke \u201c<em>Automated Flying<\/em>\u201d yang didominasi dengan kebutuhan pengembangan pelatihan dalam <em>Flight Deck Management skill<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p> Disamping itu perlu dicatat bahwa membentuk seorang professional pilot tidak saja membutuhkan pelatihan yang bersifat teknis maupun skill non-teknis, tetapi juga perlu diberikan pendidikan yang terus menerus dalam mengembangkan dan memelihara \u201c<em>airmanship<\/em>\u201d skill. <\/p>\n\n\n\n<p> Hari ini, tugas \u2013 tugas seorang pilot dituntut untuk mencakup mulai dari hanya murni menangani\/menerbangkan pesawat terbang sampai dengan mengelola seluruh kejadian dari penerbangan komersial, dimanan hal tersebut akan membutuhkan \u201c<em>set of skill<\/em>\u201d yang sama sekali berbeda. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prediksi Tentang Konsep Pendidikan Penerbang Masa Datang Berbasis Pada Analisa Tantangan \u2013 Tantangan Yang Dihadapi Industri Penerbangan Di Indonesia Saat iniOlehEdwin Soedarmo \u2013 CSE Aviation Consultant Jakarta, Januari 2020 III.\u2026 <a href=\"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=814\" class=\"read-more-link\">read more &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,6],"tags":[83,82,87,90,91,66,39,95],"class_list":["post-814","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-news","tag-consulting","tag-cse","tag-konseppendidikanpenerbangmasadatang","tag-pendidikan","tag-penerbang","tag-aviation","tag-cse-aviation","tag-pilot"],"views":2453,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=814"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":819,"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/814\/revisions\/819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}