{"id":578,"date":"2015-02-23T11:22:44","date_gmt":"2015-02-23T11:22:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=578"},"modified":"2015-02-25T06:29:41","modified_gmt":"2015-02-25T06:29:41","slug":"ketentuan-ganti-rugi-akibat-keterlambatan-delay-dalam-angkutan-udara-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=578","title":{"rendered":"Ketentuan Ganti Rugi  Akibat Keterlambatan (Delay) Dalam Angkutan Udara Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dasar Hukum<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan<\/li>\n<li>Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara<\/li>\n<li>Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Definisi<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>UU No. 1 Tahun 2009 (Pasal 1 angka 30) tentang Penerbangan menjelaskan definisi keterlambatan sebagai \u201cterjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Jenis-jenis keterlambatan<\/strong><\/p>\n<p>Ref. Permenhub 77\/2011 (Pasal 9) keterlambatan terdiri dari:<\/p>\n<ol>\n<li>Keterlambatan penerbangan (flight delayed);<\/li>\n<li>Tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger)<\/li>\n<li>Pembatalan penerbangan (cancelation of flight).<\/li>\n<\/ol>\n<div id=\"attachment_579\" style=\"width: 410px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/ketentuan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-579\" class=\"wp-image-579 size-full\" src=\"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/ketentuan.jpg\" alt=\"ketentuan\" width=\"400\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/ketentuan.jpg 400w, http:\/\/www.cse-aviation.biz\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/ketentuan-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-579\" class=\"wp-caption-text\">Ketentuan peralihan dari Permenhub 77\/2011 &#8211; tidak menyatakan tidak berlakunya Permenhub 25\/2008, sehingga keduanya tetap berlaku.<\/p><\/div>\n<p><strong>Permenhub 25\/2008 (pasal 36)<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Keterlambatan &gt; 30 Mnt s\/d 90 Mnt &#8211;\u00a0 Minuman &amp; makanan ringan<\/li>\n<li>Keterlambatan &gt; 90 Mnt s\/d 180 Mnt &#8211;\u00a0 Minuman, makanan ringan, makan siang\/malam &amp; memindahkan penumpang ke flt berikutnya atau ke airline lainnya (apabila diminta oleh penumpang)<\/li>\n<li>Keterlambatan &gt; 180 Mnt &#8211;\u00a0 Minuman, makanan ringan, makan siang\/malam &amp; apabila pax tsb tidak dapat dipindahkan ke flt atau ke operator lainnya, maka kepada pax tsb wajib diberikan fasilitas akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Permenhub 77\/2011 (pasal 10)<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Keterlambatan &gt; 4 jam diberikan ganti rugi &#8211;\u00a0 Rp. 300.000\/pax<\/li>\n<li>Diberikan ganti kerugian &#8211; 50% dari a) apabila operator menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing) dan operator wajib menyediakan tiket flt lanjutan\/menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara;<\/li>\n<li>Dalam hal dialihkan ke flight berikutnya\/operator lain, pax dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk up grading class\/apabila terjadi penurunan kelas\/sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Catatan\u00a0 Maskapai untuk tidak memberikan ganti rugi, jika<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Operator dibebaskan dari ganti kerugian keterlambatan yang disebabkan oleh faktor cuaca dan\/atau teknis operasional ( Permenhub 77\/2011, Pasal 13 ayat 1).<\/li>\n<li>Faktor Cuaca (Pasal 13 ayat 2): hujan lebat, petir, badai, kabut, asap, jarak\u00a0\u00a0 pandang di bawah standar minimal\/kecepatan angin yang melampaui standar maks. yang mengganggu keselamatan penerbangan<\/li>\n<li>Teknis Operasional (Pasal 13 ayat 3):\n<ol>\n<li>Bandara untuk keberangkatan &amp; tujuan tidak dapat digunakan operasional pesawat udara<\/li>\n<li>Lingkungan menuju bandara atau RWY terganggu fungsinya, miss: retak, banjir,\u00a0\u00a0 atau kebakaran.<\/li>\n<li>Terjadinya antrian PSWT take -off, landing atau dep.slot time di Bandara<\/li>\n<li>Keterlambatan<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Catatan maskapai untuk memberikan ganti rugi, jika<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>UU Penerbangan 1\/2009, Pasal 146<\/p>\n<ol>\n<ol>\n<li>Keterlambatan pilot, co-pilot dan awak kabin<\/li>\n<li>Keterlambatan jasa boga (catering)<\/li>\n<li>Keterlambatan penanganan di darat<\/li>\n<li>Menunggu penumpang, baik yang baru check\u00a0\u00a0 in, transfer atau connecting flight<\/li>\n<li>Ketidaksiapan pesawat udara.<\/li>\n<\/ol>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dasar Hukum Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab\u2026 <a href=\"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=578\" class=\"read-more-link\">read more &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,6],"tags":[44,43],"class_list":["post-578","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-news","tag-delay","tag-lion-air"],"views":3791,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=578"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":580,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/578\/revisions\/580"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}