{"id":494,"date":"2015-01-21T09:20:21","date_gmt":"2015-01-21T09:20:21","guid":{"rendered":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=494"},"modified":"2015-01-21T09:20:21","modified_gmt":"2015-01-21T09:20:21","slug":"industri-penerbangan-indonesia-dulu-disegani-dunia-kini-setara-kongo","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=494","title":{"rendered":"Industri Penerbangan Indonesia Dulu Disegani Dunia, Kini Setara Kongo"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> &#8211; Industri penerbangan Indonesia pernah disegani oleh dunia pada akhir tahun 90an. Sejumlah acara pameran dirgantara internasional pernah diikuti Indonesia. Namun kini, industri penerbangan Indonesia jatuh ke kategori 3 sejak 10 tahun terakhir, kategori itu menandakan Indonesia setara negara Kongo.<\/p>\n<p>&#8220;Pada tahun 1996, kita bisa melakukan Indonesia Airshow di Cengkareng. Tahun berikutnya, Indonesia memamerkan produknya di Paris Airshow. Semua negara melihat dan heran,&#8221; kata pilot senior Shadrach Nababan.<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan Shadrach pada seminar CSE Aviation: Tinjauan Industri Penerbangan di Indonesia Terkait dengan Carut Marutnya Penerbangan Nasional di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu (21\/1\/2015).<\/p>\n<p>&#8220;Tapi 10 tahun ini, kita terpuruk menjadi sekelas dengan Swatziland dan Kongo. Sangat menyedihkan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Shadrach mengaku heran, turunnya kualitas industri penerbangan Indonesia\u200e tak menjadi perhatian para elit politik dan pimpinan negara ini selama 10 tahun terakhir. Seolah mereka lupa Indonesia pernah disegani karena kedirgantaraannya.<\/p>\n<p>&#8220;Herannya, para elit politik kita tenang-tenang saja, dan pejabat kita yang punya otoritas melakukan perbaikan menghabiskan waktu,&#8221; ujar pilot yang pernah menerbangkan Airbus 330 ini.<\/p>\n<p>Shadrach lalu bercerita ketika dirinya berkonsultasi ke petugas \u200eFederal Aviation Administration (FAA) terkait kategorisasi III terhadap penerbangan Indonesia. Prediksi petugas itu, Indonesia butuh 5 tahun untuk kembali ke kategori II. Akan tetapi, 5 tahun itu telah berlalu dan Indonesia masih di kategori III.<\/p>\n<p>&#8220;Kita lewati perkiraan dia dan belum terlewati (kategori III), bahkan temuan belakangan ini lebih memprihatinkan,&#8221; ujar Shadrach.<\/p>\n<p>\u200eWalau begitu, Shadrach mengapresiasi upaya Menhub Jonan membenahi dunia penerbangan Indonesia. Harapannya, manajemen bandara di Indonesia bisa terintegrasi secara nasional, dengan berkoordinasi dengan penerbangan internasional.<\/p>\n<p>&#8220;Saya betul-betul merasakan penguasaan atau pelayanan keselamatan penerbangan. Kita masuk ke Singapura itu dikelola mereka. Kalau kita terbang Jakarta-Hongkong itu, kita masuk Singapura sudah di udara 1,5 jam, katanya first come first serve, tapi kita disuruh turun ke 30.000 kaki karena ada pesawat dari Changi baru take off,&#8221; kata Shadrach menceritakan pengamalannya kala itu. Sumber (<strong>Prins David Saut<\/strong> \u2013 <a href=\"http:\/\/news.detik.com\/read\/2015\/01\/21\/143536\/2809722\/10\/industri-penerbangan-indonesia-dulu-disegani-dunia-kini-setara-kongo\" target=\"_blank\">detik.com<\/a>) &#8211;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Industri penerbangan Indonesia pernah disegani oleh dunia pada akhir tahun 90an. Sejumlah acara pameran dirgantara internasional pernah diikuti Indonesia. Namun kini, industri penerbangan Indonesia jatuh ke kategori 3\u2026 <a href=\"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/?p=494\" class=\"read-more-link\">read more &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[31],"class_list":["post-494","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-media-coverage","tag-cse-media-gathering"],"views":11268,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/494","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=494"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/494\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":495,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/494\/revisions\/495"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.cse-aviation.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}